SELAMAT DATANG DI SOLATA BLOG SEMOGA KUNJUNGAN ANDA PADA BLOG SEDERHANA INI MEMBERIKAN INFORMASI YANG ANDA BUTUHKAN.

Rumah Adat Toraja



Rumah Adat Toraja atau yang biasa disebut dengan Tongkonan, kata tongkonan sendiri berasal dari kata tongkon yang bermakna menduduki atau tempat duduk. Dikatakan sebagai tempat duduk karena dahulu menjadi tempat berkupulnya bangsawan toraja yang duduk dalam tongkonan untuk berdiskusi. Rumah adat ini selain berfungsi sebagai tempat tinggal juga memiliki fungsi sosial budaya yang bertingkat-tingkat di masyarakat. Masyarakat Suku Toraja menganggap rumah tongkonan itu sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) dianggap sebagai bapak.
Rata-rata rumah orang Toraja menghadap ke arah utara, menghadap ke arah Puang Matua sebutan bagi orang Toraja kepada Tuhan YME dan untuk menghormati leluhur mereka dan dipercaya akan mendapatkan keberkahan di dunia.
Di daerah Tana Toraja pada umumnya merupakan tanah pegunungan batu alam dan kapur dengan ladang dan hutan yang masih luas, dilembahnya itu terdapat hamparan persawahan.
Rumah Tongkonan adalah rumah panggung yang dibangun atau didirikan dari kombinasi lembaran papan  dan batang kayu. Kalau dilihat, denahnya berbentuk persegi panjang mengikuti bentuk praktis dari material kayu. Material kayu dari kayu uru, yaitu sejenis kayu lokal yang berasal dari Sulawesi. Kayu uru banyak ditemui dihutan-hutan didaerah Toraja dan kualitas dari kayu uru cukup baik, kayu-kayu ini tidak perlu dipernis atau di pelistur, kayu dibiarkan asli .

Sejarah Suku Toraja

Suku Toraja, termasuk salah satu bangsa Proto Malayan (Melayu Tua) yang terdapat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.


Menurut teori migrasi, nenek moyang suku bangsa Toraja, berasal dari dataran tinggi Cina Selatan atau dari Indochina pada masa ribuan tahun silam. Dalam perjalanan mereka menyusuri sungai Mekong di semenanjung Indochina dengan mempergunakan perahu yang terbuat dari kayu-kayu besar yang terdapat di sepanjang pantai Vietnam dan Kamboja. Mereka menuju ke laut Cina Selatan menyeberang ke Philipina, semenanjung Melayu dan selanjutnya menyebar ke pulau-pulau Nusantara. Rombongan ini mulai berpencar di Semenanjung Makassar dan seperti kebiasaan bangsa Proto Malayan yang lebih suka bermukim di pegunungan, memilih melanjutkan perjalanan dengan perahu menyusuri sungai Karama di Sulawesi Tengah dan Sungai Sa’dan di Sulawesi Selatan. Melalui sungai Sa’dan, mereka berlayar sampai di sebuah kampung yang diberi nama Endekan yang artinya “Kami naik”. Dalam perjalanan menuju ke pegunungan, mereka tiba di suatu kampung yang mereka namakan “Padang Dirura” di mana tempat itu sekarang termasuk kecamatan Alla’ kabupaten Enrekang. Mereka membuat tempat itu sebagai pemukiman dan melalui musyawarah , diangkatlah Puang Tangdilino dengan Puang Buean Manik isterinya sebagai Pemimpin (kepala pemukiman).

Cara Merubah Foto Menjadi Tajam dan Lembut

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk merubah foto agar tampak lebih menarik, memberikan efek tertentu dapat menjadikan foto tampak terlihat bagus dari foto aslinya, dengan jalan yang lebih simple pun sebenarnya, dapat pula menghasilkan foto yang baik, asalkan... hasil akhir dari olahan foto kita tersebut mempunyai warna dan cahaya yang enak untuk di pandang mata.
Kali ini saya akan menyuguhkan Tutorial Photoshop : Bagaimana cara membuat atau menjadikan Foto agar terlihat Tajam ( Sharpen ) namun tetap Lembut ( Soft ) untuk di lihat. Artikel Cara Merubah Foto Menjadi Tajam dan Lembut ini akan Saya  bagi menjadi 2 Halaman, Halaman pertama dan Halaman kedua saling berkaitan, akan tetapi. Halaman pertama dan Halaman Kedua dapat diterapkan secara mandiri tidak hanya untuk kasus dan foto ini saja.
oh... ya... tambahan sebelum pembaca melanjutkan tutorial, pembaca dapat mempergunakan Account Google Plus ( G+ ) untuk berkomentar di weblog ini. karna fitur komentar sudah saya upgrade ke versi blogspot terbaru, yaitu mempergunakan G+. karna melihat kelebihan dari Berkomentar dengan G+ ini kita dapat saling terhubung untuk berkomunikasi lebih lanjut. Terima Kasih : )

STEP 1

Buka Foto yang akan di edit. Dari Menu Bar Pilih : File - Open. Atau Menggunakan Shortcut [ Ctrl ] + [ O ]. Jangan lupa untuk membuka lock dari foto tersebut dengan cara Double Klik pada Layer background


STEP 2

Buka Pallete Channel | Menu Bar : Windows - Channel
Kemudian Pilih Channel Merah ( Shortcut : [ Ctrl ] + [ 1 ] )
Klik kanan pada Channel Merah dan pilih Duplicate Channel


STEP 3

Tekan tombol : Load Channel as Selection. Untuk menyeleksi hanya bagian channel yang berwarna merah saja


Setelah bagian Channel yang berwarna merah saja terseleksi, kembali klik channel RGB, dan kemudian berpindah kembali ke Pallete Layer

STEP 4

Tekan [ Ctrl ] + [ J ] Pada Layer yang telah terseleksi, maka akan terbentuk satu layer baru diatas "layer 0" dengan nama "layer 1"
Bila Layer 0 di invisible maka penampakan : ) layer 1 akan tampak seperti dibawah ini :



STEP 5

Angkat warna dan cahaya pada Layer 1 dengan menggunakan Shadow/Highlight dari Menu Bar : Image - Adjusments - Shadow/Highlight


Kemudian Turunkan Opacity nya menjadi 70%

STEP 6

Duplicate kembali "Layer 1" dengan menekan [ Ctrl ] + [ J ] kemudian berikan filter High Pass pada "Layer 1 copy" | Menu Bar : Filter - Other - High Pass


Turunkan Opacity Layer 1 copy menjadi 44%, dan di Blending dengan Mode Linear Light



sumber: http://www.photoshopid.com

Tips Mempercepat Koneksi Modem


Kesempatan kali ini kita akan bahas tips mempercepat koneksi modem, trik ini aku kumpulkan dari berbagai sumber, dan juga dari pengalaman sendiri. Kita tau kan gimana rasanya kalau berinternet lewat modem yg tidak di bawah payungan 3G, sangat lelet bukan? itu di sebabkan proxy kita jauh dari server...Semua tergantung pada modemnya, trik ini udah aku coba pada di 3 modem skali gus!

-MODEM HUAWAI VODAFONE
-MODEM XL
-MODEM SMART FREEN
salah tiga modem yang aku bilang di atas sangatlah lelet koneksinya, kalau pun di bawah naungan 3G pun, masih kurang puas downloadnya cuma cepat browsing saja. Buat modem-modem lainnya yang sudah kencang, atau tak tersebut nama modemnya di atas, boleh coba trik ini.dan sangat di anjurkan buat modem yg lelet.
Langsung ajah ya, tanpa banyak kata lagi.
Cara yang pertama.
1.buka kontrol panel, dengan menekan start/meng klik start, lalu pilih Control Panel, setelah itu klik icon phone and modem/modem saja, beda PC, beda control panel. Pada kotak dialog modem properties, pilih modem yang akan dirubah setingannya dan klik pada tombol properties. Pada tab General/geser ke tab general, ubah maksimum speed menjadi 115200 atau yg lebih tinggi. sekarang pindah ke tab connection dan klik tombol port setting. Dari kotak dialog advance port setting, beri tanda check pada use FIFO buffers. Kemudian ubah receive buffer menjadi 14 dan transmit buffer menjadi 16. Lalu klik apply dan OK. Klik button advance, beri tanda check pada use flow control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra setting, isi dengan ''&C1D2E1Q0V1X4&C0S7=55S11S0=0''. Tanpa tanda kutip.

Sekarang cara yang kedua.
Kembali dari Control Panel, klik icon system.
Pindah ke tab Device Manager. Pada bagia ports (COM & LPT), pilih port yg di gunakan oleh modem sobat, dan klik tombol properties. Pindah ke tab prot setting. Pada bagian bits second, isi dengan 921600 selesai.

Cara ketiga, ini trik dari pengalamanku.
Buka x-plore, buka file system. Yg terletak di C:\Windows. Pada bagian (386Enh), tambahkan dengan COM1buffer=16384. Dan ubah COM1 dengan port yang di gunakan oleh modem. Dan bersiap-siaplah buat terkesan dengan betapa kencangnya modem sobat sekarang,, dan sobat pun bakalan betah nongkrong di depan PC bukan?
Dah siap, sobat semua boleh coba trik ku ini. Karna aku udah coba dan juga ada bukti serta pengalaman, awalnya modem vodafone ku gak bisa liat TV OL dan YOUTUBE karna koneksi patah-patah dan lelet puooll!!! Dan alhasil sekarang, nonton TV OL dan YOUTUBEpan lancar jaya tanpa macet-macet, dan tanpa harus di bawah naungan 3G. Di modem terdeteksi di bagian upload 90,0mbps dan downloadnya 600.50mbps. Sangat cukup buka buat download? 100MB cuma 7 menit.Dan apa bila di bawah naungan 3G, kecepatan upload menjadi kecil 50.60mbps dan kecepatan download berubah menjadi tinggi yaitu 1000.500mbps. Jadi sobat sangat bersyukur kalau sobat berada di naungan 3G.

NB: trik ini berlaku bagi kuota yg masih ada/yg belum habis.
Karna kalau kuota sudah habis, serve akan di kekang oleh operator sim card sobat, karna masa kuota tersebut, dan alhasil trik berjalan dan dampaknya sedikit. dan jiga sobat berkenan, silahkan klik iklan salah satu yang ada di bawah ini, dan bagi yang belum daftar di bisnes OL di bawah ini silahkan sobat daftar... thanks

Membuat Foto Supaya Lebih Tajam dengan Photoshop

kali ini saya akan memberi cara bagaimana Membuat foto supaya lebih tajam dengan photoshop , sebelumnya maaf apabila ada kesalahan dalam memberikan tutor , yang harus anda lakukan adalah siapkan software PHOTOSHOPnya agar bisa Membuat foto supaya lebih tajam dengan photoshop 


TAHAP 1 : Buka PHOTOSHOP dan pilih FOTO yang akan di buat lebih TAJAM disini saya memakai foto teman saya kuliah :)


mempertajam foto dengan photoshop

TAHAP 2 : klik CTRL + J untuk duplikat layer , lalu setelah itu tekan CTRL+SHIFT+U

Membuat Foto Menjadi Kartun Dengan Photoshop

Dalam tutorial ini saya akan menjelaskan cara membuat foto anda menjadi gambar kartun dengan menggunakan photoshop. Tutorial ini memakai Adobe Photoshop CS2, tapi saya rasa langkah-langkah yang akan dijelaskan dalam tutorial ini bisa diaplikasikan pada photoshop versi-versi lainnya. Untuk membuat foto menjadi kartun dengan photoshop bisa dikerjakan dengan beragam teknik, salah satunya adalah teknik berikut ini:


kartun dengan photoshop


Langkah 1:

Kisah Seseorang yang ditolak Bekerja di Microsoft

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.
'Anda bekerja "katanya.
"Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja."
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email '.
"Maafkan aku", kata manajer HR. Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan. "
Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke

Pemenang Kehidupan


Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Semangkuk Nasi Putih

Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok. Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan  cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.Kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih”; dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

Keseimbangan Hidup


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Kopi Arabica Toraja, Kopi Specialty Yang Nikmat

  
Siapa yang tidak kenal si hitam yang satu ini? Ya… dari aromanya yang khas, setiap orang pasti mengenalinya, Kopi Arabika Toraja.
Kopi Arabika Toraja merupakan komoditas perkebunan utama dan merupakan penggerak utama perekonomian masyarakat pedesaan serta sudah dikenal luas di seluruh dunia sebagai kopi Arabica Spesialty karena rasa dan aromanya yang sangat spesifik. Sehubungan dengan potensi tanaman perkebunan yang dimiliki Kabupaten Toraja Utara maka Kopi Arabika Toraja telah ditetapkan sebagai produk unggulan kabupaten (PRUKAB).

Festival Toraja 2013 dan Lovely December Untuk Mendongkrak Kunjungan Wisatawan ke Toraja

Pariwisata Toraja pernah menikmati masa kejayaan pada tahun 1996 dengan angka kunjungan 385.000 wisatawan. Angka kunjungan turis domestik dan asing terus merosot sejak krisis ekonomi melanda negeri ini, dan disusul peristiwa Bom Bali 2002 dan 2005. Turis kini paling banyak masuk ke Toraja sekitar 30.000 orang per tahun. Padahal, dari sektor penginapan, Toraja sudah memiliki hotel berbintang dan wisma dengan 243 kamar. Pada bulan-bulan tertentu, seperti Juni-September dan Desember, seluruh penginapan tidak mampu menampung tamu. Pada waktu itu, perantau asal Toraja juga berbondong-bondong pulang kampung untuk menggelar upacara Rambu Solo dan Rambu Tuka atau Rampanan Kapa, yakni pesta pernikahan adat Tana Toraja.
Apalagi, di pengujung tahun ada Lovely Desember. Pelancong yang datang ke daerah penghasil kopi ini luar biasa banyak karena berbagai kesenian daerah dipertontonkan.

10 Tempat Wisata Alam dan Budaya Yang Paling Indah di Indonesia






Berikut Ini 10 Tempat Terindah di Indonesia dengan panorama alam yang luar biasa dan kebudayaan yang sangat tinggi 


1. Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan salah satu candi terbesar di dunia dan merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. candi ini dibangun ketika Samaratungga, raja dari dinasti Syailendra memerintah di Jawa Tengah. Adapun candi ini terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Bangunan Candi Borobudur terdiri dari blok batu-batuan besar dengan arsitektur yang sangat megah. Karena tingkat kesulitan pembuatannya, Candi Borobudur saya tempatkan pada barisan pertama.





Cara Mengetahui Siapa Yang Sering Membuka Beranda Kamu


Apakah kalian ingin mengetahui siapa saja yang sering/melihat profile FACEBOOK kalian, mari kita lihat dibawah ini :
1. Harus Login facebook anda.


2. Selanjutnya ke Profile anda, tempatkan cursor dimana saja KECUALI di area GAMBAR :
klik kanan mouse – kemudian pilih ” VIEW PAGE SOURCE”. karena browser Ane memakai bahasa english maka tulisan tsb juga english ” VIEW PAGE SOURCE”. Mungkin Agan yg pakai browser bhs Indonesia tulisannya berupa: “LIHAT SUMBER HALAMAN”.Harap agan/aganwati perhatikan: Klik kanan tidak boleh di area “GAMBAR”.
Atau lebih mudahnya lagi agan/aganwati bisa menekan tombol combinasi Ctrl+U.


3. Nah nanti akan ada Tulisan” berikut ( HTML ) seperti gambar dibawah ini :


4. Setelah itu kalian tekan tombol keyword “Ctrl+F”  ini tombol untuk mencari/Search
Lalu isi dikolom search tsb tulisan: InitialChatFriendsList.Jadi dikolom search isi : InitialChatFriendsList lalu tekan ENTER.



5.Maka Mouse akan mendarat di tulisan yg kita cari tsb: InitialChatFriendsList.

6. Terus agan lihat disebelah kanannya ada angka-angka, Misalkan:

“OrderedFriendsListInitialData”,[],{“list”:[“110000192251234″,”151176584″,”110043792251234″,

Angka-angka tersebut adalah PROFILE NUMBER yg suka ngintip PROFILE Agan – Aganwati.


7.Cara mengetahui siapa ORANG tsb maka masukan saja angkanya dibelakang www.facebook.com/ , dengan cara spt ini:

http://www.facebook.com/110000192251234 Lalu tekan ENTER.

Maka akan keluar PROFILE yg sering MENGINTIP Profile facebook kalian.
Angka pertama yg PALING sering ngintip loh, diikuti dengan angka selanjutnya.

Bisa dilanjutkan ke ORANG KEDUA yang sering ngintip profile Agan – Aganwati, dengan cara yang sama.

Sejarah Masuknya Belanda ke Wilayah Toraja

Baca bagian sebelumnya di Pong Tiku, Sang Penantang Terakhir


Setelah berhasil menaklukkan hampir semua kerajaan di Sulawesi Selatan, pada bulan Maret 1906, pasukan Angkatan Perang Belanda (KNIL) di bawah Pimpinan Kapten Killian masuk ke wilayah Toraja, tepatnya di Rantepao, dengan tujuan melucuti dan mengumpulkan senjata api dari semua penguasa Toraja. Masuknya Belanda ke wilayah Toraja juga sekaligus menandakan Belanda hendak menuntaskan misi besar mereka menaklukkan seluruh wilayah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.

Sewaktu masuk ke dalam Kota Rantepao, komandan pasukan Belanda memerintahkan Pongtiku datang menghadap dan menyerahkan semua senjata yang dimilikinya. Pongtiku menolak. Alih-alih menyerah, Pongtiku malah ia menyiagakan semua benteng-bentengnya untuk menghadapi perang dengan pasukan Belanda. Tanggapan yang diberikan Pongtiku membuat Kapten Killian pun merasa khawatir. Killian menganggap Pongtiku telah membuat persiapan yang baik untuk berperang dengan pasukan Belanda. Oleh karenanya, pasukan Belanda baru mulai digerakkan ke Tondon, setelah satu bulan mempelajari keadaan di Toraja.

Pada bulan April, pasukan Belanda dikirim ke Tondon untuk memerangi Pongtiku. Pasukan ini mundur kembali ke Rantepao tanpa perlawanan yang berarti. Di bulan-bulan berikutnya, Belanda mulai melakukan perang terbuka dengan pasukan Pongtiku di berbagai wilayah utara Toraja. Tanggal 1 Juni 1906 Angkatan Perang Belanda di bawah Komando Kapten De Last yang melakukan 3 gelombang serangan terhadap Pongtiku di Benteng Buntu Asu. Semua serangan Belanda kandas di muka Benteng dengan menelan banyak korban. Angkatan Perang Belanda pun dipukul mundur dan dihalau kembali ke Rantepao.

Keberhasilan Pongtiku menahan gempuran pasukan Belanda tampaknya tidak terlepas kemampuan strategi serta semangat yang ia miliki. Pongtiku memiliki keuntungan dalam hal penguasaan medan tempur serta Ia bertahan dan menyerang musuhnya dari benteng-benteng yang jumlahnya 9 buah yang telah dipersiapkan sejak dini. Perang Pongtiku melawan Belanda bukanlah tindakan spontanitas akan tetapi adalah perang yang direncanakan dan dipersiapkan dengan matang.

Ilustrasi Pertempuran Pongtiku (diambil dari foto makam Pahlawan Pongtiku, koleksi pribadi)

Penaklukkan Toraja yang berjalan lambat akhirnya membuat berang Gubernur Jendral Hindia Belanda saat itu, Johannes Benedictus van Heutsz. Heutsz pun memerintahkan Gubernur Sulawesi yang juga mantan Pasifikator Van Aceh (Pengaman Aceh), Letjen Swart, untuk memimpin langsung perang terhadap Pongtiku di wilayah Toraja. Setelah berbulan-bulan berperang, lewat beberapa kali pertempuran, pasukan Belanda tampaknya perlahan-lahan mulai berhasil memasuki wilayah Pongtiku di Pangala’. Belanda pun terus menaklukkan semua benteng pertahanan Pongtiku. Pongtiku pun akhirnya mengambil posisi bertahan di Benteng Batu di Baruppu’. Walau dengan teknologi yang terbatas, Pongtiku berhasil mempertahankan bentengnya selama berbulan-bulan. Belanda pun akhirnya menyadari bahwa peluru dan granat ternyata bukan hal yang mampu menaklukkan Pongtiku dan pasukannya, apalagi memadamkan semangat juang mereka. Keberhasilan Pongtiku menahan gempuran pasukan Belanda selama berbulan-bulan tampaknya tidak terlepas kemampuan strategi serta semangat yang ia miliki. Pongtiku pun memiliki keuntungan dalam hal penguasaan medan tempur serta posisi bertahan yang lebih menguntungkan. Setelah mengepung Pongtiku selama 4 bulan(Juli s/d Oktober 1906), Belanda pun menyadari mereka berperang bukan dengan orang yang berperang dengan sembarangan tanpa strategi. Pongtiku dipastikan telah mempersiapkan 9 bentengnya sejak dini. Pongtiku berperang dengan perencanaan dan persiapan yang matang. Belanda pun mulai memikirkan taktik lain untuk mengalahkan Pongtiku dan pasukannya.

Peperangan frontal telah nyata menunjukkan Pongtiku adalah lawan yang sulit untuk dikalahkan. Belanda pun menyadari mereka perlu kembali menggunakan akal bulus lainnya. Taktik penjebakan untuk Pongtiku pun mulai dipersiapkan. Ini adalah taktik klasik Belanda yang juga digunakan terhadap Pangeran Diponegoro, yaitu menawarkan perundingan. Pada tanggal 26 Oktober 1906 Belanda mengutus Andi Guru, penguasa Sidenreng, dan Tandi Bunna’, bekas pemimpin pasukan Pongtiku, untuk menawarkan gencatan senjata kepada Pongtiku. Walau pada awalnya Pongtiku menolak, Pongtiku akhirnya mendengarkan nasihat dari orang-orang di kampungnya untuk mengingat kematian ibunya yang terjadi saat pengepungan. Tiga hari kemudian, Pongtiku pun mengalah karena ia merasa harus mengadakan upacara untuk pemakaman ibunya terlebih dahulu. Belanda pun masuk, mengambil alih benteng, menahan semua senjata dan menangkap Pongtiku pada tanggal 30 Oktober 2006. Belanda pun menggiring Pongtiku dan pasukannya ke Tondon. Di Tondon, Belanda pun membatasi gerak-gerik Pongtiku yang sedang mempersiapkan Upacara Pemakaman ibunya menurut adat Toraja. Persiapan upacara pemakaman yang memakan waktu berbulan-bulan ini ternyata juga digunakan Pongtiku untuk mengumpulkan kembali senjata lewat orang-orang kepercayaannya dan juga sekaligus untuk menjalin komunikasi dengan beberapa benteng perlawanan lainnya di Toraja.

Januari 1907, di malam sebelum acara pemakaman orang tuanya, Pongtiku dengan sejumlah pasukan melarikan diri ke arah selatan. Pongtiku akhirnya mengetahui bahwa ia dan pasukannya diikuti oleh pasukan Belanda. Ia pun meminta pasukannya untuk kembali ke Tondon. Pongtiku sendiri terus melanjutkan perjalanannya bersama lima belas orang lainnya ke Benteng Ambeso yang dipimpin oleh Bombing dan Ua’ Saruran. Beberapa hari kemudian, Benteng Ambeso pun jatuh ke tangan Belanda. Pongtiku dan rombongannya pun keluar dari Benteng Ambeso dan pergi ke Benteng Alla. Maret 1907, Benteng Alla pun ditaklukkan Belanda. Kali ini Pongtiku dan rombongannya terpaksa kembali ke daerah Tondon. Mengingat semua benteng perlindungan telah jatuh ke tangan Belanda, Pongtiku pun menetap di hutan di sekitar wilayah Tondon.

Pada tanggal 30 Juni 1907, dengan petunjuk mata-mata Belanda, Pongtiku tertangkap lalu di bawa ke Rantepao. Setelah beberapa hari di penjara, pada tanggal 10 Juli 1907, Pongtiku dieksekusi dan gugur sebagai pahlawan Toraja di pinggir Sungai Sa’dan, tepatnya di tempat dimana Tugu Peringatan baginya didirikan di Singki’, Rantepao.

Foto Makam Pongtiku di Pangala'






 

Pong Tiku, Sang Penantang Terakhir

Hari ini bila kita berkunjung ke Toraja, bila kita berjalan di wilayah tepi sungai Sadan, tepatnya di pusat Kota Rantepao, kita akan melihat Patung Pongtiku yang berdiri tegak sebagai simbol keberanian dan perlawanan orang Toraja atas penjajah yang hendak datang dan merampas kemerdekaan orang Toraja. Namun, alangkah baiknya kita mengenal cerita dan sejarah kepahlawanan Pongtiku agar di hari-hari ke depan, kita akan lebih menghargai kebebasan dan kemerdekaan yang sudah kita miliki di hari ini.
Kisah Pongtiku sendiri adalah sebuah bagian yang berkelanjutan dari beberapa perang besar yang yang terjadi di wilayah selatan Sulawesi akibat Kolonialisme Belanda yang berusaha menguasai sumber-sumber daya dan perdagangan di wilayah timur Hindia Timur (Oost Indie). Oleh karenanya ada baiknya kita mengenal sedikit peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum kelahiran Pongtiku dan sebelum Belanda mulai memasuki dan menguasai wilayah Toraja.

PERANG MAKASSAR (1667-1669), AKHIR BAGI GOWA, AWAL BAGI BONE

Hingga akhir abad ke-19, setelah lebih 230 (dua ratus tiga puluh) tahun menancapkan kuku kekuasaan di Sulawesi Selatan dengan mengalahkan Kerajaan Gowa-Tallo, tampaknya Belanda belum menunjukkan ketertarikan untuk menduduki wilayah Toraja yang berada jauh tengah-tengah wilayah Sulawesi. Orang-orang Toraja sendiri di masa itu menikmati hubungan dagang dengan berbagai kerajaan di sekitarnya, termasuk dengan Kerajaan Bone yang menjadi protektorat Pemerintah Hindia Belanda di bagian selatan pulau Sulawesi.
Bila kita melihat sejenak lebih ke belakang, wilayah Toraja pada saat itu berada dalam dua pengaruh kerajaan kuat di selatan Sulawesi, yaitu Kerajaan Sidenreng (Pare-Pare) dan Kerajaan Luwu (Palopo). Kedua kerajaan ini memiliki hubungan pasang-surut dengan Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa-Tallo yang berada lebih ke selatan pulau Sulawesi. Pasca kekalahan Kerajaan Gowa dalam Perang Makassar (1667-1669), Kerajaan Bone menjadi kerajaan yang terkuat dengan dukungan VOC. Walau Kerajaan Bone memiliki keuntungan sebagai pemenang perang bersama-sama dengan Belanda, keadaan ini tidak otomatis membuat Kerajaan Bone menjadi penguasa tunggal di wilayah selatan pulau Sulawesi. Diperlukan waktu bertahun-tahun bagi Kerajaan Bone untuk menaklukkan semua kerajaan dan wilayah di selatan Sulawesi.
Posisi Kerajaan Bone semakin sulit karena sebagai sekutu Belanda, mereka harus bersedia membantu bilamana Belanda mengalami perang di daerah kekuasaannya yang lain. Dalam tata pemerintahan di selatan Sulawesi pun Kerajaan Bone harus banyak dikontrol oleh Belanda sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian Bungaya tahun 1667. Di tahun 1670, Perjanjian Bungaya ini pun tampaknya semakin kuat setelah kalah dan wafatnya Sultan Hasanuddin, penguasa Kerajaan Gowa, kerajaan yang sebelumnya menguasai hampir seantero Sulawesi Selatan.
Setelah bertahun-tahun disibukkan oleh urusan dalam negeri, perlahan tapi pasti, Arung Palakka bersama Karaeng ri Gowa mulai melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Sidenreng, sebagian dari Mandar, dan Masenrempulu’. Setelah berhasil menaklukkan hampir semua kerajaan di Sulawesi Selatan, Arung Palakka pun mulai mengincar wilayah Toraja. Di tahun 1683 pasukan Arung Palakka dan Karaeng ri Gowa yang didukung oleh pasukan Sidenreng dan Mandar berhasil menduduki beberapa desa di wilayah Ma’kale-Rantepao. Penguasaan Bone atas beberapa wilayah Toraja tidak selamanya berjalan mulus. Di tahun-tahun selanjutnya pasukan Kerajaan Bone harus terus-menerus menghadapi kenyataan bahwa tidak ada satu orang Toraja pun yang rela ditindas dan dijadikan hamba Kerajaan Bone. Perlawanan orang Toraja terhadap penguasaan Bone dikenal lewat gerakan yang bersemboyan To Pada Tindo To Misa’ Pangimpi (Manusia Sama Derajatnya, Manusia Sama Impiannya).
Perlawanan orang Toraja ternyata belum membuat pasukan Bone jera. Pada tahun1702 dan 1705 pasukan Bone masih mencoba menguasai wilayah Toraja. Hingga akhirnya pada tahun 1710, di desa Malua’, orang-orang Toraja dan Bone membuat sebuah perjanjian perdamaian yang kemudian dikenal sebagai Basse Malua’.


PEMBANGKANGAN KERAJAAN BONE: PERANG BONE I & II
Setelah bertahun-tahun bekerjasama dengan Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun1823, Arumpone ke-30, I-Maneng Paduka Sri Ratu Sultana Salima Rajiat ud-din (RatuPenguasa Bone) mulai menunjukkan ketidaknyamanan mereka terhadap perjanjian Bungaya yang disepakati bersama oleh Kerajaan Gowa, VOC, dan Kerajaan Bone, pasca kekalahan Sultan Hasanuddin oleh Cornelis Janszoon Speelman dan Arung Palaka. Persekutuan selama beratus-ratus tahun tampaknya mulai berubah menjadi persaingan perebutan kekuasaan di selatan Sulawesi.
Pemerintah Hindia Belanda pada saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen, yang juga mantan seorang Komandan Angkatan Perang Belanda/Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL). Setelah sepuluh tahun memegang jabatan Hindia Belanda, pasca berakhirnya kekuasaan Inggris di Indonesia, Capellen mulai menghadapi pembangkangan dari penguasa-penguasa di selatan Sulawesi dan Maluku. Pada tanggal 8 Maret sampai 21 September 1824 Capellen pun melakukan perundingan dengan penguasa-penguasa di selatan Sulawesi dan Maluku. Setelah selesai melakukan perundingan, Capellen pun kembali ke Batavia dengan pandangan bahwa perundingan yang dilakukan itu tidak membawa keuntungan apa-apa. Capellen yang gusar mengirimkan jawaban atas pembangkangan Bone. Sekitar 500 prajurit pun diberangkatkan dengan membawa 4 meriam, 2 howitzer, beserta 600 prajurit pembantu pribumi, dengan satu tujuan yaitu menghukum Bone dan mengembalikan hegemoni Belanda di Sulawesi Selatan. Ekspedisi penghukuman Bone ini kemudian dikenal sebagai Perang Bone I tahun 1924, yang kemudian dilanjutkan dengan Perang Bone II di tahun 1825.


KELAHIRAN PONGTIKU DI MASA BERKUASANYA BELANDA DI SELATANSULAWESI PASCA PERANG MAKASSAR (1667-1669) & PERANG BONE I (1824) & II (1825)

Foto Pong Tiku
Pong Tiku’, atau sering juga dituliskan Pongtiku, dilahirkan pada tahun 1846 di wilayah sekitar Rantepao, dataran tinggi Sulawesi. Pada saat itu, Sulawesi bagian selatan sedang mengalami booming kopi yang perdagangannya ditentukan oleh banyak panglima perang setempat. Pongtiku adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Ia adalah anak dari Karaeng Siambo’, seorang panglima perang sekaligus Penguasa Pangala’. Ibu Pongtiku bernama Lebok, ia berasal dari Tondon. Pongtiku muda sendiri adalah seorang anak muda energik yang juga dekat dengan para pedagang kopi yang sering mengunjungi desanya.
Pada tahun 1880, pada saat Pongtiku berusia 34 tahun, terjadi peperangan antar penguasa di Toraja, yakni perang antara Pangala’ dan Baruppu’. Kekalahan Baruppu’ di perang ini menyebabkan Pongtiku diangkat menjadi penguasa Baruppu’. Pongtiku didaulat untuk menggantikan Pasusu, penguasa Baruppu’ yang kalah perang. Ketika ayahnya meninggal, Pongtiku pun diangkat sebagai penguasa Pangala’. Di masa pemerintahannya, Pongtiku pun berusaha meningkatkan perekonomian lewat perdagangan kopi dan membangun persekutuan dengan penguasa-penguasa Bugis di dataran rendah. Keberhasilan Pongtiku dalam membangun perekonomiannya pun ikut menumbuhkan kecemburuan penguasa lain di sekitarnya.

PERANG KOPI, 1887-1889
Pongtiku menyadari keberhasilannya juga telah menimbulkan rasa tidak senang pada penguasa Sidenreng dan Luwu. Ia pun kembali dan memperkuat benteng pertahanannya di tengah-tengah upayanya mensejahterahkan wilayahnya. Di sisi lain ia berusaha membuat perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak. Tawaran Pongtiku tampaknya hanya diterima oleh penguasa Sidenreng dan penguasa Sawito.
Tahun 1897, atas permintaan Datu Luwu’, pasukan Bone (songko’ borrong) di bawah pimpinan Petta Punggawa memasuki wilayah Toraja untuk memerangi pasukan Sidenreng yang dipimpin Andi Guru. Perang ini timbul akibat konflik Luwu (Palopo) dan Sidenreng (Pare-Pare) yang menginginkan monopoli perdagangan kopi. Perseteruan ini disebut orang Toraja dengan istilah “rarinna kopi batu”. Walaupun terjadi perang di wilayah Toraja, pasukan Bone tetap menghormati perjanjian Basse Malua’ yang berusia hampir dua abad.
Perang yang terjadi di tahun 1887 ternyata tidak berakhir dengan damai begitu saja. Di tahun 1889, pemimpin pasukan Bone Petta Panggawae dan prajurit Songko’ Borrong kembali memasuki wilayah Toraja. Hanya saja kali ini bersama-sama dengan Penguasa Nanggala, Pong Maramba’, pasukan Bone masuk ke wilayah Toraja dan menyerang Tondon, yang tidak lain adalah kampung dari ibu Pongtiku. Panggawae bersama-sama dengan Pong Maramba’ pun berhasil mengambil alih dan merampok Tondon, yang kala itu menjadi pusat perekonomian Pongtiku. Pongtiku yang kala itu berusia 43 tahun tidak tinggal diam. Ia pun bekerja sama dengan Andi Guru, penguasa Sidenreng, untuk merebut kembali Tondon pada malam hari itu juga.
Setahun kemudian, yakni pada tahun 1890, perang kopi pun berakhir. Belanda pun datang ke wilayah Kerajaan Bone untuk menyelidiki apa yang sedang terjadi di sekitar wilayah kekuasaan mereka. Perang Kopi ini secara tidak langsung menyadarkan satu kekayaan penting Sulawesi Selatan ternyata berada di wilayah Toraja, tetangga dekat Kerajaan Bone, kerajaan yang berada langsung di bawah kontrol Pemerintah Hindia Belanda. Di lain sisi, Kerajaan Luwu di sebelah utara Bone tampaknya harus terlebih dahulu ditaklukkan sehingga Belanda dapat memastikan semua kerajaan di Sulawesi Selatan telah tunduk pada mereka.

EKSPANSI BELANDA KE WILAYAH LAIN SULAWESI SELATAN: PERANG LUWU

Perang yang berkepanjangan antara Belanda dengan Kerajaan-Kerajaan di Sulawesi Selatan membawa orang-orang Toraja sendiri dalam masa ini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, mengingat keadaan damai yang tercipta di wilayah selatan Sulawesi sebelumnya telah menyebabkan perdagangan kopi semerbak dan membawa keuntungan bagi orang-orang Toraja. Hubungan dagang antara orang-orang Toraja dan Bugis sendiri berlangsung hampir dengan semua kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian orang Toraja menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan Sidenreng, Rappang dan Sawito, sedangkan sebagian lainnya bermitra dagang dengan kerajaan Bone dan Luwu.
Hubungan dagang yang baik antara orang Bugis dan orang Toraja ini juga telah membawa kabar kepada pemimpin-pemimpin Toraja akan adanya kemungkinan pecahnya perang antara Pemerintah Hindia Belanda dengan kerajaan-kerajaan lain di Sulawesi Selatan pasca takluknya Gowa-Tallo dan Bone.
Untuk mengantisipasi perang yang akan pecah dalam waktu tidak lama penguasa-penguasa Toraja mengadakan musyawarah di kediaman Pong Maramba’ diTongkonan Buntu Pune Kesu’. Salah seorang penguasa Toraja yang datang adalah, Pong Tiku’, penguasa Toraja di wilayah Pangala’, yang dulu sempat diperangi Pong Maramba’. Dalam pertemuan ini beberapa kesepakatan pun dibuat oleh para pemimpin-pemimpin Toraja dengan satu tujuan yaitu: menggalang persatuan antar penguasa Toraja dan menghilangkan semua benih-benih perpecahan di antara orang-orang Toraja. Para penguasa adat ini pun didaulat menjadi para pemimpin perang dalam upaya melawan Belanda yang hendak datang dan menguasai Toraja. Kesepakatan para pemimpin Toraja ini pun dikenal dengan semboyan semangat yang melandasinya: “Misa’ Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate”. (Bersatu Kata Kita Hidup, Berbeda Kata Kita Mati.) Semboyan yang hampir serupa dengan semboyan perjuangan Republik Indonesia: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.
Setelah selesai bermusyawarah para penguasa Toraja ini, pun kembali ke daerahnya masing-masing. Pong Tiku’ pun kembali ke Pangala’ untuk mempersiapkan dan menyiagakan 9 (Sembilan) buah benteng sebagai persiapan orang-orang Toraja menghadapi perang yang sudah menanti di depan mata. Pongtiku sendiri mengirimkan beberapa pengintai untuk melihat peperangan yang sedang terjadi antara Belanda dan orang-orang Bugis di wilayah Sidenreng dan Sawito.


Januari 1906, Kerajaan Luwu (Palopo), salah satu tetangga terdekat Toraja, jatuh dan kalah dalam peperangannya dengan Belanda.


Baca lanjutannya di Masuknya Belanda ke Wilayah Toraja