SELAMAT DATANG DI SOLATA BLOG SEMOGA KUNJUNGAN ANDA PADA BLOG SEDERHANA INI MEMBERIKAN INFORMASI YANG ANDA BUTUHKAN.

Ritual Mendandani Mumi di Toraja


Mumi para mendiang diangkat dari makam, dibersihkan dan ganti pakaian.


 Jasad Piter Sampe Sambara memakai pakaian baru

warna gelap, kemeja batik, dan dasi motif garis berwarna cerah. Ia berdiri tegak, dipapah anggota keluarganya yang mengelilinginya dengan pandangan haru. 
Padahal, Piter tak lagi bernyawa, meninggal dunia bertahun-tahun silam. Muminya yang berusia 100 tahun "dibangkitkan" dari kubur dalam sebuah ritual yang disebut Ma'nene, yang dilakukan sebelum musim tanam di Gunung Sesean, Lembang Lempo Boton, Rinding Allo, Toraja, Sulawesi Selatan, 23 Agustus 2012. Upacara yang dilaksanakan tiga tahun sekali. 
Saat masih hidup, Piter adalah pemimpin di kampungnya. Dalam ritual yang berlangsung tiga hari itu, mumi Piter diangkat dari patane, makam yang berada di liang batu. Lalu dibersihkan dengan hati-hati menggunakan kuas. Pakaiannya lalu diganti.
Lihat fotonya di tautan ini.
Pada hari kedua, muminya dikembalikan ke liang makam. Di hari ketiga, penutupan, giliran keluarga berkumpul, berdoa bersama dan menggelar pesta syukuran. 

Penduduk setempat meyakini, anggota keluarga yang telah meninggal masih bersama mereka, meski telah tiada ratusan tahun lalu. Ritual itu dianggap bukti cinta pada para mendiang. (umi)

Bandara Internasional Toraja Rampung 2014

Meski demikian, pembangunan bandara baru itu tetap bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Pembangunan bandara baru Toraja diharapkan selesai tahun 2014. Saat ini, pembangunan bandara sudah dilaksanakan di lokasi yang sudah dibebaskan,”bebernya. Theofilus mengatakan, dalam proses pembangunan bandara baru tersebut,pemkab Tana Toraja berkewajiban menyiapkan lahan untuk pembangunan bandara.


Published On: Sat, Aug 4th, 2012

Bandara Int’ Toraja Ditarget Rampung 2014

Share This
Tags
MAKALE, TCN.com – Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung menargetkan pembangunan bandar udara (Bandara) Tana Toraja bertaraf internasional di Kecamatan Mengkendek bisa dirampungkan pada 2014 mendatang.

Meski demikian, pemba-ngunan bandara baru itu tetap bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Pembangunan bandara baru Toraja diharapkan selesai tahun 2014. Saat ini, pembangunan bandara sudah dilaksanakan di lokasi yang sudah dibebaskan,”bebernya. Theofilus mengatakan, dalam proses pembangunan bandara baru tersebut,pemkab Tana Toraja berkewajiban menyiapkan lahan untuk pembangunan bandara.
Kewajiban tersebut sebagian telah diselesaikan dengan menyediakan lahan seluas 140 hektare. Nilai ganti rugi lahan mencapai puluhan miliar rupiah yang bersumber dari dana APBD 2011 dan bantuan dari pemprov Sulawesi Selatan. Meski saat ini persoalan ganti rugi lahan sementara bergulir di pengadilan negeri (PN) Makale disebabkan ada warga yang merasa dirugikan. Kendati demikian, Pihaknya berjanji tidak akan mengintervensi dan menyerahkan proses gugatan itu sesuai dengan mekanisme hukum.
Jika pembebasan lahan menjadi tanggungan Pemkab dan Pemprov, sementara pembangunan sarana dan prasarana bandara,menjadi tanggungjawab pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan. Bupati menyebutkan, pada tahap awal,akan dibangun landasan pacu pesawat (runway) sekitar 1.900 meter dan akan ditingkatkan menjadi 2.100 – 2500 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis boeing.
Untuk merealisasikan pembangunan fisik bandara, dibutuhkan anggaran sekitar Rp400-500 miliar. “Kami sudah menyelesaikan kewajiban menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan bandara. Untuk kelanjutan pembangunan fisik menjadi kewajiban pemerintah pusat menyediakan anggaran,” paparnya. Untuk diketahui,jarak tempuh dari Makassar ke Toraja atau sebaliknya masih menggunakan transportasi darat membutuhkan waktu delapan hingga sembilan jam.
“Bandara baru bertaraf internasional akan meningkatkan pariwisata Toraja. Wisatawan tidak akan lagi mengeluhkan lamanya perjalanan menuju Toraja,” katanya. Sebelumnya,Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri perayaan puncak HUT ke-4 Toraja Utara mendesak pembangunan bandara baru di Toraja agar dipercepat. Pembangunan bandara baru tersebut untuk memperpendek jarak tempuh wisatawan ke Toraja.
Bahkan, pembangunan bandara baru akan dikoneksikan dengan bandara internasional lainnya seperti Bali,Hongkong,Singapura. “Pariwisata Toraja masih kalah satu langkah dengan Bali, karena akses transportasi.Pembangunan bandara baru Toraja harus dipercepat,”katanya. [joni lembang]
Sumber: Sindo

Kopi Toraja Dipamerkan di Amerika Serikat



Selain kopi Toraja, Indonesia menampilkan kopi spesial lainnya dari berbagai daerah, antara lain Mandailing, Java Preanger, Flores, Linthong, Gayo, Java Arabika, Lampung, Bali Kintamani, Papua Jayawijaya, Papua Pegunungan Bintang, Kopi Luwak, Kopi Lanang, dan Kopi Gajah.
Banyak yang menyadari jika Sulsel kaya dengan potensi hasil perkebunan. Selain kopi ada kakao, tidak terkecuali beras.
Yang patut menjadi bahan evaluasi ketika

Sensasi Arung Jeram di Sa'dan Toraja


Toraja Indonesia bukan hanya terkenal dengan objek wisata berupa makam yang ada di sisi tebing, namun Anda juga bisa melakukan kegiatan wisata arung jeram menyusuri Sungai Sa'dan. Bulan Desember merupakan saat favorit bagi pecinta arung jeram, menikmati sensasi arus Sungai Sa'dan.
Sungai Sa'dan, juga sering disebut Saddang oleh orang luar Toraja, merupakan tempat yang sangat tepat untuk kegiatan arung jeram karena sungai ini memiliki panjang sekitar 182 kilometer dan lebar rata-rata 80 meter, serta memiliki anak sungai sebanyak 294.